5000 Jamaah Banjiri Ponpes Kebon Kelapa al-Ma’rifah saat Manakib Kubro dan Haul Nyai Nadiroh: 265 Santri Dapat Penghargaan

by -890 Views

KABARIBUKOTA.ID – Pondok Pesantren Kebon Kelapa Al Ma’rifah menggelar kegiatan rutin Manakib Kubro Dzikir Syekh Abdul Qodir Jaelani, di komplek pesantren, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Sabtu (03/09/2023).

Kegiatan malam itu, sekaligus juga Haul Ny. Nadziroh dan malam penganugerahan kepada 269 santri berprestasi.

Ada beberapa penghargaan yang diberikan kepada para santri putra-putri, di antaranya Khotmil Qoidah Jurumiyah Jilid 1: 85 santri, Jilid 1-2: 6 santri, dan Jilid 1-3: 81 santri.

Sedangkan Khotmil Amsilati 27 santri, Khotmil Alfiyah Ibnu Malik 1002 Nadhom 25 santri, Khotmil Fathul Qorib Juz 1: 30 santri, dan terakhir Khotmil Fathul Qorib Juz 2: 15 santri,

Total yang mendapat penghargaan berprestasi 269 santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Kebon Kelapa Al Ma’rifah KH Samsul Ma’arif dalam tausiahnya menagajak agar para jamaah sering hadir dalam majlis dzikir khususnya dalam acara dzikir walmanakib di Pesantren Almarifah.

“Orang yang sering hadir di majlis dzikir meski amalnya kurang baik atau kurang banyak, bisa terbantu oleh jamaah jamaah lainnya karena di akhirat kelak guru (Kiyai) dan orang orang mukmin yang shalih mendapat jatah syafaat dan bisa memberikan syafaat kepada murid murid dan jama’ahnya,” katanya.

Selanjutnya KH Syamsul menjelaskan bahwa :

“Selain Baginda Rasulullah saw. sebagai pemilik syafaat teragung, serta yang pertama kali dapat izin memberi syafaat kelak di hari akhir, ada beberapa golongan yang juga diberi izin oleh Allah swt. untuk memberi syafaat kepada umat agar selamat dari siksa api neraka.

Disebutkan oleh Syekh Athiyah Muhammad Shaqr dalam Kitab Fatāwā Dār al-Iftā’ al-Maṣriyyah Juz 8 hal 104 bahwa ada enam golongan kelak yang dapat memberi syafaat selain baginda saw.

Pertama: para malaikat.

Hal ini berdasar pada Surat Al-Anbiya ayat 28 dan hadis yang panjang dari sahabat Abi Sa’id al-Khudri ra. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Ṣaḥīhnya:

…فيَقولُ اللَّهُ عزَّ وجلَّ: شَفَعَتِ المَلائِكَةُ، وشَفَعَ النَّبِيُّونَ، وشَفَعَ المُؤْمِنُونَ، ولَمْ يَبْقَ إلَّا أرْحَمُ الرَّاحِمِينَ، فَيَقْبِضُ قَبْضَةً مِنَ النَّارِ، فيُخْرِجُ مِنْها قَوْمًا لَمْ يَعْمَلُوا خَيْرًا قَطُّ…

“…Maka Allah Azza Wajallah berfirman, ‘Para malaikat telah memberikan syafaat, para Nabi telah memberikan syafaat, orang-orang mukmin telah memberikan syafaat. Tidak tersisa kecuali Yang Maha memberikan kasih sayang kepada orang-orang yang dikasihi. Maka (Allah swt.) menggenggam satu genggaman dari neraka dan mengeluarkan suatu kaum yang belum pernah sama sekali melakukan kebaikan…”

Juga hadis riwayat al-Baihaqi dari Ibnu Mas’ud ra.:

شفع نبيكم رابع أربعة، جبريل ثم إبراهيم ثم موسى ثم عيسى ثم نبيكم، ولا يشفع أحد فى أكثر مما يشفع فيه نبيكم، ثم الملائكة ثم النبيون ثم الصديقون ثم الشهداء

“Nabi kalian akan mensyafaati beserta keempat dari empat orang; (yaitu) Jibril, Ibrahim, Musa, dan Isa, lalu Nabi kalian. Tidak ada seorang pun yang mensyafaati lebih banyak dari yang disyafaati oleh Nabi kalian, kemudian malaikat, kemudian Anbiya’, kemudian para Ṣiddiqūn, kemudian para Shuhadā’”.

Kedua: golongan para Nabi.

Hal ini berdasar pada kedua hadis di atas di mana kelak Baginda saw. adalah penghulunya.

Ketiga: para Ṣiddiqīn dan Shuhadā’.

Berdasar pada hadis Ibnu Mas’ud ra. di atas, juga hadis riwayat Imam al-Tirmidzi, al-Hakim dan juga al-Baihaqi, di mana baginda saw. bersabda:

ليدخلن الجنة بشفاعة رجل من أمتى أكثر من بنى تميم ” قالوا: سواك يا رسول الله قال “سواى ”

“Sungguh akan masuk surga dengan syafaat seorang laki-laki dari kalangan umatku sebanyak orang-orang yang jumlahnya lebih dari jumlah bani Tamim.” Kemudian para sahabat bertanya pada Nabi, “Apakah seorang lelaki (pemberi) itu (maksudnya) selain Engkau ya Rasulallah?” Baginda Nabi saw. menjawab, “Selain diriku.”

Keempat: orang-orang saleh yang senantiasa berbuat kebajikan di kalangan manusia.

Hal ini berdasar pada hadis Imam Muslim di mana lafal mukmin di atas dijelaskan oleh para penulis syarah hadis sebagai para ulama yang saleh, di mana golongan ini akan menolong hamba-hamba Allah yang telah masuk neraka agar dapat keluar, atau akan mensyafaati golongan umat yang seharusnya dimasukkan neraka namun sebab syafaat mereka, tidak jadi dimasukkan neraka. Hal ini sebagaimana Tafsir Imam Qurtubi dalam ayat Kursi, juga sebagaimana Hadis Imam Ibnu Majah dari Utsman bin Affan ra. Bahwa Nabi saw. bersabda:

يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَلَاثَةٌ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ

“Tiga golongan yang akan memberi syafaat kelak di hari Kiamat, yaitu; para Nabi kemudian para ulama dan para syuhada.”

Kelima: para hafizh al-Quran yang mengamalkannya.

Berdasar hadis Imam Tirmidzi:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَاسْتَظْهَرَهُ فَأَحَلَّ حَلاَلَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهِ الْجَنَّةَ وَشَفَّعَهُ فِي عَشَرَةٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ كُلُّهُمْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ

“Barang siapa membaca Quran lantas bersikap hati-hati, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, maka Allah swt akan memasukkannya ke surga, dan memberi izin padanya untuk memberi syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya yang telah ditetapkan masuk neraka.”

Keenam: bocah-bocah yang wafat sebelum baligh.

Berdasar pada hadis Imam Nasa’i:

أن الأطفال يقفون يوم القيامة فيقال لهم ادخلوا الجنة، فيقولون: حتى يدخل آباؤنا فيقال: ادخلوا الجنة أنتم وآباؤكم

Sesungguhnya anak-anak kelak di hari kiamat sedang berdiri dan dikatakan kepada mereka, “Masuklah ke surga.” Kemudian mereka mengatakan,“Tidak, sampai orang tua kami (juga) masuk surga.” Kemudian disampaikan (kepada mereka), “Masuklah kalian ke surga bersama orang tua kalian.”

“Semoga kita semua bisa selalu berkumpul & bersatu bukan cuma di dunia saja tetapi juga sampai di akhirat, amiin amiin amiin,” pungkasnya menutup tausiah.

Lebih lanjut, untuk malam anugrah ini, KH Syamsul mengatakan sebagai bentuk apresiasi pada santri berprestasi.

“Keyakinan harus terus tertanam, memupuk kepercayaan diri agar kelak para santri bisa berguna dan jadi kebanggaan orang tua dan para masyarakat sekitar,” kata KH Syamsul.

Menurut dia, Dzikir Manakib Kubro merupakan waktu mengingat diri dengan berdoa, berdzikir, sebagai bentuk keataan dan cinta hamba kepada Allah.

KH Samsul Ma’arif pun senantiasa membimbing dan mengajak para santrinya untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi.

“Santri generasi masa depan negeri ini, dengan belajar dan berprestasi itulah yang bisa memajukan, bisa berperan membangun dan meningkatkan kualitas negara Indonesia,” katanya.

Selain itu, santri juga harus belajar berinteraksi, berkomunikasi dan berkolaborasi dengan baik dengan teman, guru dan masyarakat.

“Santri itu perlu mempunyai Akhlakul Karimah yang baik agar bisa berkolaborasi dengan baik, dan selalu menghormati guru dan orang tua yang telah berjasa dalam mendidiknya karena doa dan ridho adalah kunci menuju kesuksesan,” katanya.

Diketahui selain mendalam dzikir kubro dan pengahargaan, ada peringatan haul Nyai Nadiroh yang merupakan Istri Almagfurlah KH. Muhammad yang juga Ibu dari Nyai H. Siti Aisyah, istri KH. Samsyul Ma’arif.M.Pd.

Mereka KH. Ahmad Sarkosi Subki (Ulama Sepuh Majalengka), KH Asmawi (Ulama Sepuh Babakan – Cirebon), K. Sodikin (Babakan – Ciwaringin) dan lainnya.

Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Kebon Kelapa Al-Ma’rifah telah membuka pendaftaran tahun ajaran 2023/2024 santri/siswa baru untuk jenjang RA/PAUD, DTA/TPQ, MI, SLB, MTs, SMK dan MA Al-Ma’rifah.

Dengan Visi mewujudkan sumber daya manusia yang berwawasan luas, terampil dan berakhlakul karimah. Adapun program unggulannya adalah tahfidz qur’an, pendalaman kitab kuning, intensif bahasa Arab/inggris, Teknologi Komputer, bimbingan tata boga, bimbingan tata busana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.